Home

Selasa, 06 Oktober 2009


edisi 4 

dari redaksi

Lebaran Itu Asik, mengesankan

Ass.wr.wb. hai pembaca yang budiman, lebaran itu adalah hari yang paling menyenangkan, karena kita dapat berkumpul dengan semua saudara-saudara kita, namun lebaran juga kadang di hiasi oleh tetesan air mata penyesalan dan maaf dari semua orang yang pernah kita sakiti. Lebaran dan ramadhan merupakan hari dan momen yang sangat penting untuk kita jalankan dan ikuti.

Saat kita telah berpuasa sebulan penuh kita di beri hadiah oleh Sang Maha Kuasa dengan Idul Fitri, nah disini kita tuh harus benar-benar tulus memaafkan orang lain, karena dengan begitu kita akan menjadi lebih tentram. Bukan hanya sekedar ucapan mohon maaf lahir dan batin,atau juga minal aizin walfaizin aja, namun itu harus benar-benar berkesan di hati dan selalu berkesan. Tak pandang setelah lebaran atau sesudah lebaran. Itu harus tetap ada.
Nah bagi sobat gaung remaja jangan pula berdoa kepada Sang Maha Kuasa untuk bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya. Itu penting baget.
Puasa bukan hanya sekedar menunggu magrib untuk berbuka tapi puasa jua akan menjadikan diri kita separuh merasakan betapa banyak saudara-saudara kita yang tak makan dan minum karena mereka sangat kekuarangan. Dan bagi sobat remaja yang udah puasa tapi belum bayar zakat, itu namanya puasanya belum sempurna. Karena dengan zakat itu kita membersihkan diri kita dari hal-hal yang bersifat kikir. Dan mengajarkan kita untuk selalu berbagai dengan orang lain. Oke,,, sobat remaja yang sengan dengan bacaan yang bermanfaat. Marilah kita nikmati Ramadhan tahun ini dan Idul Fitrinya semoga Allah SWT mempertemukan kita semua di Ramadhan yang berikutnya… amin,… ya… robal alamin…. 
Kengan lebaran tahun ini harus bias membuat sobat remaja lebih baik dari lebaran yang lalu dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan tidak meningalkan sholat lima waktunya oke…………sobat (@chmad Harry)
Lebaran jalan-jalan

Gaung Remaja – lebaran paling saik kalau jalan di keratin, selain bisa main petasan kia juga bias lihat berbagai hal mulai dari masjid keratin Buton, sampai tembok yang terluas di dunia ini. Menurut seorang pengunjung yang masih duduk di salah satu sma di kota bau-bau ini mengatakan, “saya suka sekali kalau lebaran jalan-jalan ke keratin. Cz disini bisa buat heppy, dan ketemu sama teman-teman juga main petasan ngitu,” jelasnya singkat sambil tersenyum. Selain tepat keratin ada juga palagimata tempat yang paling indah untuk menikmati kota bau-bau dari atas bukit ini, disini tempat kantornya wali kota bau-bau ngitu.. ada juga sebagian orang lebaran pergi kepantai. Mhm.. banyak hal yang bisa kita lakukan saat lebaran tiba. Tapi jalan jalan itu semua dilakukan setelah sholat id dilakukan. (ahmad)

Kumpul dengan Keluarga
Gaung Remaja- lain halnya dengan cewek yang satu ini lebaran kali ini menjadikannya orang yang paling bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarga. Selain itu juga selama puasa ramadhan ia benar-benar memanfaatkannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, walaupun sekolah juga ia lakukan… “buat saya lebaran kali ini benar-benar terasa karena saya bisa merasakan nikmatnya ramadhan walaupun tidak penuh tapi asik bila di jalani.” Jelas cewek yang baru duduk di kelas 1 sma ini. Mungkin lebaran kali ini bisa menjadikan momen yang tak akan pernah saya lupakan tambahnya………… singkat. (harry)

Takbiran ajang siratuh rahmi
Gaung remaja – yang tidak kalah menyenangkan pada ramadhan dan lebaran kali ini adalah saat takbiran. Dimana hampir seluruh masjid yang ada di kota bau-bau mengikuti takbiran keliling.. yang dapat menjadikan ajang silaturahmi bagi para pengurus masjid yang ada di kota bau-bau itu sendiri. Selain itu juga para remaja masjidnya. Menurut salah seorang remaja yang mengikuti kegiatan ini mengatakan “saya senang bisa ikut kegiatan dan takbiran kali ini karena asik, juga rame, seru dan bisa kenal teman-teman remaja masjid yang lainnya.,” katanya singkat (Harry)

Lebaran terasa sedih
Gaung remaja – lebaran ini dikit membosankan karena orang-orang yang saya suka akan pergi setelah lebaran ini berakhir.. namun apa boleh buat.. menurut seorang remaja putri yang sedang bersedih ini melanjutkan keluhannya.. “saya kadang jadi gak suka sama lebaran kali ini, senangnya sebentar aja, setelah itu ya.. hilang lagi. Cz seorang yang saya suka setelah lebaran ke 3 ia akan pergi keluar kota untuk lanjutkan kulnya” kata cewek yang sedikit murung saat di temui ini. Lanjutnya.. tak apalah yang penting selalu dibawa happy aja. (Hajar)

Kata – Kata Bijak Semangat Belajar
Gaung remaja. Setelah lebaran tiba biasanya ada acara-acara yang sering dilakukan di luar kota bau-bau sebut saja acara yang ada di wilayah sampolawa ini.. setelah lebaran beberapa hari diadakan acara joget dengan luas lapangan sepak bola..mhm,,,, kayaknya asik juga tuh… menurut salah seorang pemuda, mengatakan “ acara ini memang sering dilakukan setelah lebaran selesai, dan acara ini biasanya mengundang dari beberapa kampong tetangga, dan kebanyakkan acara ini juga semua muda mudinya kompak gak ada yang rebut karena jogetnya gentian” kata pemuda yang tak mau menyembutkan namanya itu… tambahnya juga “yang paling menyenangkan kita bisa lihat cewek yang baru-baru Dari kampong sebelah… he…he…. (harry)

Lebaran mencari barokah 
Gaung – Remaja salah satu wartwan gr lebaran kali ini berkesempatan berkunjung di salah satu Kota yang ada di di Jawa Timur, kota ini dikenal dengan kota santri, karena kota ini banyak terdapat pondok pesantren dan para pemuda disini juga sangat dikenal dengan kebaikan hatinya..menurut laporan yang diterima dari WGR di sana kota ini patut dijadikan contoh untuk pergaulan yang sehat, dan bermanfaat. Baik secara langsung mau pun tidak langsung. Yang paling mengesankan saat berada di kota pasuruan ini adalah setelah lebaran jelang beberapa hari para remajanya berkunjung ke rumah para kiai yang ada di Kota Pasuruan ini, menurut salah seorang remaja mengatakan “kegiatan bertamu di rumah Kiai sudah menjadi kegiatan setiap selesai lebaran, hal ini dilakukan agar para pemuda tidak melupakan orang tua, dan yang paling penting kita para pemuda mencari Barokahnya Kiai dan Habib yang ada di sini” katanya dengan tersenyum.. (harry)
cerpen

Ahad, Januari 20, 2008 
cerpen : Kalau itu suratan 
Fina zain
curiousbaby86@yahoo.com

“Huh!”Pak Kadir mengeluh. Dia duduk bersahaja di atas lantai sambil menhisap rokok udang garamnya itu. Mak Jijah hanya memerhati. Hatinya rancak berkata-kata. Apalah dia rungutkan dalam hati tu? Mesti ada yang tak kena.! Dia menghampiri suaminya itu dengan membawakan secawan air kopi susu panas kegemaran suaminya.

“Bang, air,”pelawa Mak Jijah sambil menepuk perlahan belakang suaminya.

“Letak je kat situ,”suara Pak Kadir sedikit tegas. Mak Jijah hanya menurut. Apa kenalah orang tua ni? Pelik!

“Kenapa dengan abang ni, hah? Balik-balik dari kerja muka macam ada masalah. Sejak akhir-akhir ni abang dah lain,”tanya Mak Jijah. Suaranya agak mendatar. Mata Pak Kadir bertentang dengan mata Mak Jijah. Kaku!

“Mak, Aiman pergi dulu ya. Ayu nak ikut sekali boleh tak?”tanya Aiman sopan. Dia mengendong adiknya Ayu yang terencat itu dengan penuh kasih sayang.
Pada setiap petang selepas pulang dari sekolah, Aiman pasti membawa adiknya itu bermain di taman permainan berhampiran dengan sekolahnya. Walaupun jarak rumahnya dengan taman permainan agak jauh, namun bagi Aiman dia sudah biasa dengan keadaan itu. Baginya, adiknya Ayu perlu didedahkan dengan dunia luar supaya dia tidak berasa tertekan jika asyik berada di rumah.

“Em, pergilah. Jaga adik kamu baik-baik,”pesan Mak Jijah acuh tak acuh. Pandangannya tertumpu semula kepada Pak Kadir. Aiman mencapai tangan ayah dan ibunya. Tangan itu selalu dikucup setiap kali keluar dari rumah. Aiman terus melangkah.

“Apalah nasib kita, Jijah!”Pak Kadir mengeluh lagi. Dahinya berkerut seribu. Mak Jijah terdiam. Dia pasrah!

“Ada anak tapi seorang pun tak boleh diharap! Hakimi…harap saja pandai, tapi tak membantu langsung. Ayu cacat…sorang lagi tu lembab pula!”Pak Kadir melepaskan keluhan yang berat. Raut wajahnya sedikit kecewa! Ya, kecewa yang teramat!
Aiman tersentak. Ayah marahkan aku ke? Menyesalkah dia mempunyai anak yang bodoh macam aku? Bisik hati kecilnya. Dikesat perlahan matanya yang mula menitiskan manik-manik kaca. Ayu hanya memerhatikan abangnya yang sedang memakaikan kasut untuknya. Mereka masih berada di laman rumah pada ketika itu. Belum sempat Aiman terus melangkah, dia terdengar baris-baris ayat yang terpacul keluar daripada ayahnya itu. Kecil hatinya. Tapi apakan daya. Dia terima hakikat itu. Benar kata ayah, aku ni lembab! Tak berguna! Air matanya menitis lagi, kali ni lebih deras.
Kehidupan mereka sekeluarga sememangnya daif. Ayahnya hanya bekerja di Kilang Simen milik Tuan Rasyid, kenalan ayahnya. Abangnya, Hakimi masih lagi menuntut di sebuah institusi pengajian tinggi. Walaupun abangnya itu mempunyai kelebihan dikurniakan akal yang bijak, dia hanya dengan dunianya sahaja. Dia langsung tidak mengambil berat terhadap hal yang melibatkan keluarga. Apatah lagi untuk menjaga adik perempuannya yang terencat itu. Hakimi sendiri malu mengakui mempunyai adik yang cacat sebegitu. Bukan itu sahaja, apabila berada di rumah ketika cuti semester, dia langsung tidak mahu membantu untuk meringankan beban keluarga. Dia hanya tahu melepak bersama kawan-kawan dan tidur sahaja di rumah. Lain benar sifatnya dengan adik lelakinya, Aiman. Aiman seorang anak yang patuh pada keluarga. Malah, dia rajin menolong emak dan ayahnya pada 
masa lapang. Bersambung ……. 

Cuma dia ditakdirkan kurang cerdas berbanding dengan abangnya. Hendak dikatakan tidak mengulangkaji pelajaran, dia selalu sahaja membuat latihan apabila ada waktu lapang. Mungkin takdirnya! Tidak semua perkara dapat dikecapi walaupun kita berusaha mendapatkannya. Jika itu sudah suratan buatnya, dia akur. Pasrah!
Di rumah, Aiman rapat dengan neneknya iaitu mak kepada Pak Kadir. Nek Timah selalu menemani Aiman, teman untuk berbual-bual dan tempatnya untuk bermanja. Mak Jijah dan Pak Kadir tidak begitu memanjakan Aiman. Kadang-kala Aiman terasa terasing dalam dunianya sendiri. Mujur ada nenek dan Ayu! Peneman aku di kala sunyi! Gerutunya seorang diri. Abang Kimi? Huh, dia hanya tahu bermain dengan telefon bimbit yang baru dibelinya itu. Tit Tit…mesej masuk! Mak Jijah berbuih-buih mulutnya menyuruh Hakimi ke kedai membeli barang dapur. Haram dia pergi! Alih-alih, Aiman yang baru darjah enam itu juga yang pergi. Aduh! Apa nak jadi dengan anak aku ni? Hati Mak Jijah memendam rasa. Dugaan…dugaan! Ayu? Uwek…wek…yeaa…uuu…yek. Itu sahaja yang terkeluar dari mulutnya! Sepatah perkataan pun tak tahu cakap! Mak ke, ayah ke…haram! Tak boleh sebut langsung! Pak Kadir termanggu sendirian. Kimi, Ayu, Aiman! Bila kamu nak menyenangkan aku?! Hati Kadir memberontak. Fikirannya melayang seketika. Kini dia mula memikirkan keadaan maknya yang sedang terlantar sakit di rumah. Kakinya dah macam hendak dimakan ulat! Luka yang agak teruk kerana mengidap penyakit kencing manis tahap serius. Hendak di hantar ke hospital, dia tidak mampu membiayai kos perubatan emaknya itu. Dia mengeluh lagi! Terasa ingin meraung sekuat hatinya! Arghhhhhh!!!!

“Biar saja saya yang kerja pulak!”suara Mak Jijah kian meninggi seolah-olah mencabar suaminya pula.

“Awak jangan nak merepek! Sudah, abang lapar! Nak makan!”bentak Pak Kadir. Dia lantas meraba-raba rokok di dalam kotak kecilnya itu.

“Abang ni dah hilang akal, apa!”Mak Jijah melawan. Dia merampas kotak rokok yang dipegang suaminya lalu dilontar jauh ke luar rumah.
“Eh, apa yang awak tak puas hati ni Jijah? Abang dah bosan tahu!”tengking Pak Kadir. Angin satu badan dibuatnya! Bini aku ni bukan nak meredakan aku, malah menaikkan api kemarahan aku saja! Hatinya berbisik.

“Daripada abang habis duit beli rokok, baik abang simpan saja duit tu untuk mak abang yang menyusahkan tu! Saya dah penat tahu! Penat layan karenah mak abang tu!”bebel Mak Jijah tidak puas hati. Hubungannya dengan mertuanya itu tidak pernah erat. Ada saja yang tak kena. tanya Aiman saja yang selalu melayan Nek Timah. Baik memberinya makan mahupun memimpinnya ke bilik air apabila neneknya hendak buang air kecil atau besar.

“Awak jangan bagi saya hilang sabar, Jijah! Aiman tak merungut, awak yang lebih-lebih tu kenapa? Tak payah awak sibuk-sibuk nak kerja, saya ketua keluarga. Pandai-pandailah saya cari duit!”suara Pak Kadir semakin meninggi bersama dengan egonya itu. Mak Jijah mencebik. Dia kembali ke dapur untuk memasak. Malas aku nak layan egonya! Kata Mak Jijah dalam hati.

-----------------------------------------------------------------------------------

“Aiman…aiman…nenek nak minum ni!”Nek Timah memanggil-manggil nama Aiman. Mahu sahaja Mak Jijah menutup mulut mertuanya itu. Bingit telinga aku ni! Bising betul! Bebel Mak Jijah. Dia ke dapur menuangkan air ke dalam gelas dengan tergesa-gesa. Matanya merah menahan air matanya dari terus mengalir. Dia tidak sanggup menghadapi keadaan itu lagi! Bahunya terasa terbeban dengan segala masalah. Buntu! Kaku! Kecewa! Kesal! Itu sahaja perkataan yang bermain-main dalam fikirannya sekarang. Adakah aku melawan takdir? Berdosanya aku!

Pap! Gelas kaca itu jatuh berderai di atas lantai.
“Adoi! Ada saja yang tak kena! Penat aku!”bentak Mak Jijah. Dikutipnya serpihan-serpihan kaca yang bertaburan di atas lantai. Aiman yang kebetulan baru pulang terus mendapatkan emaknya.

“Biar Aiman yang buat,”dicapainya penyapu dan penyodok lalu disapunya serpihan kaca itu perlahan-lahan. Mak Jijah membiarkan Aiman membantunya.

“Air…air…mana air ni, Aiman!”Nek Timah memanggil lagi. Kali ni suaranya lebih kuat. Mak Jijah mengetap bibir. Aiman hanya memerhati.

“Tunggu jap ye nek. Nanti Aiman ambilkan,”jerit Aiman supaya neneknya dapat dengar dengan jelas memandangkan neneknya juga mengalami masalah pendengaran.

“Aiman, terus je menyapu tu. Biar mak saja yang melayannya,”ujar Mak Jijah sambil menuangkan air ke dalam gelas yang lain pula. Kemudian, dia bingkas menuju ke bilik Nek Timah.

“Nah, lain kali jangan memekak macam tu! Jah bukan pekak macam mak!”jerkah Mak Jijah selamba. Sudah biasa dia berkelakuan begitu, sejak Nek Timah mula terlantar sakit. Perangai orang tua ni makin menjadi-jadi! Bebel Mak Jijah lagi.

“Jah, mak teringin nak makan kuih koci. Teringin sangat! Boleh tak Jah belikan untuk mak,”pinta Nek Timah lagi. Buang tabiat ke apa orang tua ni? Sakit kencing manis dah tahap kritikal lagi mahu makan kuih koci yang manis tu! Melampau sungguh! Rungut Mak Jijah dalam hati.

“Mak, janganlah menyusahkan saya lagi! Kaki mak tu dah nak berulat tahu! Nanti kena potong baru tahu. Eeee…ngeri! Paham tak?”ujar Mak Jijah sambil meletakkan gelas yang berisi air itu di atas meja berdekatan Nek Timah.

“Mak nak sikit je, secubit pun jadilah,”rayu Nek Timah.

“Tak boleh!”tegas Mak Jijah lalu melangkah keluar dari bilik itu. Aiman merenung emaknya yang ‘angin semacam itu’. Nek Timah terdiam. Dia tidak meminta-minta lagi. Dicapainya gelas yang berisi air itu lalu diminum perlahan-lahan.

---------------------------------------------------------------------------------------------
Hakimi tersedar daripada tidur. Cuti-cuti duduk kat rumah pun tak tenang! Bising! Baik aku tak payah balik! Gerutunya dalam hati. Hakimi bangun dari tidur agak lewat hampir pukul 1 tengahari, bangun-bangun saja terus ke dapur mencari makanan untuk dimakan.

“Mak, nasi mana? Orang lapar ni,”rungut Hakimi.

“Kau tu, bangun-bangun tidur terus melantak. Tak reti-reti bangun awal sikit tolong mak kat dapur ke, pergi tolong ayah kau kat kilang tu ke. Dapat juga duit poket cuti-cuti ni,”bebel Mak Jijah.

“Mak, Kimi dah la penat belajar. Masa ni lah Kimi nak berehat, tenangkan otak. Alih-alih, kusut fikiran Kimi ni bila balik sini!” balas Hakimi acuh tak acuh.

“Apa-apa aja lah kau tu. Mak ada banyak benda nak fikir, bukan pasal kau sorang je tahu!”Mak Jijah terus berlalu meninggalkan Hakimi terpinga-pinga.
Aiman menggeleng-gelengkan kepala. Abangnya ni memang dah tahap melampau. Mengada-ngada sungguh! Aiman kemudiannya mendapatkan Ayu yang sedang duduk di atas lantai berhampiran ruang tamu yang sempit itu.

“Ayu, nak makan? Nanti abang Aiman suapkan,”tanya Aiman sambil mengusap-usap rambut adiknya itu.

“Wek…yeaa…uuuu…aaaa,”balas Ayu. Kepala Ayu terangguk-angguk tanda mahu namun dia tidak mampu untuk berkata-kata.. Aiman faham bahasa adiknya itu, memandangkan dia seorang sahaja yang rajin melayan adiknya itu.

“Huh! Aiman, Aiman…kau ni dahlah sengal. Apa yang kau faham apa si Ayu tu nak?”perli Hakimi. Dia tersengih-sengih macam kerang busuk sahaja. Harap muka saja kacak, perangai mengalahkan jin bertendang!

“Sudahlah, abang Kimi. Sengal-sengal Aiman ni, ada hati dan perasaan. Bukan macam abang, harapkan ada otak, akal tak ada,”balas Aiman. Geram rasanya mendengar sindiran Hakimi. Aiman biasanya hanya menurut, tidak pernah melawan. Tetapi kali ni, dia sudah hilang sabar.

“Hei, budak kecik! Kau jangan nak mengajar aku pula. Kecik-kecik dah nak mampus, bila besar menyusahkan orang,”hendik Hakimi sesuka hatinya.

“Cukup!”Pak Kadir tiba-tiba muncul. Mukanya merah menahan marah. Ada sesuatu yang lebih membangkitkan kemarahannya.

Pang!
Satu tamparan hinggap ke pipi Hakimi. Berdarah bibirnya. Tersentak Aiman melihat abangnya ditampar dengan sebegitu kuat. Jantungnya berdegup dengan kencang. Apa pula tindakan ayah selepas ini?

“Ayah tak sangka, selama ni kau menipu ayah dan mak kamu tu!”suaranya bergetar. Sebak Pak Kadir ketika itu. Mak Jijah pelik. Penipuan apa pula yang dicipta Hakimi?

“Apa yang ayah cakap ni? Kimi tak faham,”Hakimi bingung. Dia tidak dapat menangkap baris ayat yang dikatakan oleh Pak Kadir.

“Kamu dah berhenti belajar, bukan? Sejak bila kamu dah pandai menipu ni,hah? Ayah dan mak tak pernah ajar! Kenapa dengan kamu ni, hah? Kau yang ayah harapkan,
tapi lain jadinya!”air matanya menitis. Mak Jijah tergamam. Benarkah kata-kata suaminya itu? Air muka Hakimi tiba-tiba berubah. Bagaimana ayah tahu?

“Maafkan, Kimi…Kimi tak mampu nak teruskan. Kimi sering gagal dalam peperiksaan. Nak sambung, tak ada duit. Kimi tak nak susahkan ayah dan mak lagi!”Hakimi dihantui rasa bersalah.
Dia berlutut mencium kaki Pak Kadir. Dia benar-benar menyesal. Kemudian dia berlutut pada kaki Mak Jijah pula. Dikucup kaki Mak Jijah berkali-kali sambil meminta maaf. Mak Jijah menepuk-nepuk dahinya! Apalah nasib keluarga aku ni?

“Maafkan, Kimi!!!”air matanya turut mengalir. Ayu hanya memerhati. Dia masih tidak mengerti tentang kehidupan.
“Maa…maak…ayaahh…,”semua mata tertumpu kepada Ayu. Ayu boleh memanggil ayah dan juga mak? Ya Allah, akhirnya Kau kabulkan juga doaku! Detik hati Mak Jijah. Pak Kadir tersenyum penuh makna walaupun dia baru saja bersedih tadi. Nek Timah mula mengesot-esot menghampiri depan pintu bilik. Dia kuatkan semangat untuk melawan kelemahan diri disebabkan sakitnya itu.

“Aiman yang ajar Ayu bercakap mak, ayah. Selama ni, yang Aiman bawa dia keluar petang-petang tu, Aiman cuba ajar dia bercakap. Alhamdulillah, Ayu dah boleh sikit-sikit,”terkesima Pak Kadir, Mak Jijah dan Hakimi mendengarnya.

“Aiman…maafkan ayah kerana selalu mengecil-ngecilkan kebolehan kamu! Ayah silap dalam menilai kamu, maafkan ayah!”Pak Kadir memeluk erat anaknya itu. Timbul rasa kekesalan kerana selalu mengabaikan Aiman yang selama ini banyak berjasa kepada keluarga.

“Maafkan, mak juga. Mak sayangkan kamu Aiman! Mak sayangkan kamu!” air mata Mak Jijah mengalir. Aiman dan Ayu dipeluknya erat. Dirinya benar-benar menyesal. Aku selalu mengabaikan tanggungjawab aku selama ni. Ya Allah! Maafkan aku! Hakimi turut memeluk adiknya itu. Sudah timbul rasa kasih dalam dirinya. Penyesalannya mula menghimpit diri kerana mengabaikan peranannya sebagai abang dan anak lelaki dalam keluarga!

“Jah…,”Nek Timah memanggil dengan suara yang lemah. Mak Jijah terkejut melihat Nek Timah sudah berada di depan pintu bilik.

“Mak, macam mana boleh jadi macam ni?”dipapah Nek Timah kembali ke katil.
“Mak nak ke dapur. Mak nak cuba bangun sendiri tapi tak mampu,nak!”ujar Nek Timah bersungguh-sungguh. Mak Jijah terpana. Hakimi dan Pak Kadir cepat-cepat membantu. Aiman pula membawa Ayu ke tandas kerana adiknya itu hendak membuang air besar.

“Maafkan Jah, mak! Selama ni Jah selalu berkasar dengan mak. Jah mintak maaf sangat-sangat!”wajah Nek Timah dikucupnya berkali-kali sambil tangan mentuanya itu digenggam erat. Rasa keinsafan mula menular ke segenap tubuhnya. Dia dapat rasakan sinar kebahagian kian menerpa ke dalam hidupnya setelah sekian lama.

“Mak dah lama maafkan kamu, Jah!”balas Nek Timah. Dia tersenyum kecil. Tangannya cuba menyatukan tangan Pak Kadir dan Mak Jijah. Mata Mak Jijah dan Pak Kadir saling berpandangan. Rasa kasih kembali bertaut. Kalau itu sudah suratan, aku terima seadanya! Bisik hati kecil Mak Jijah.



Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): `Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. Al-Baqara :: 286 

Label: cerpen, cerpen malaysia, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta

Nasehat 

MANFAAT WUDHU DAN SHOLAT DARI SEGI KESEHATAN MODERN 

MANFAAT GERAKAN SHOLAT 

a. berdiri lurus 
Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. 
b. Takbir 
Takbir merupakan latihan awal pernapasan, Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). 
Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. 
c. Ruku 
Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. 
Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah. 
d. Sujud 
Sujud Mencegah Wasir, mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud. Selain itu sujud adalah manifestasi ketotalan kita dalam berpasrah diri kepada Allah, bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, seorang hamba yang sudah bisa menikmati sholatnya, maka jiwanya dalam titik nol, dalam kondisi yang paling pasrah dan stabil, seseorang yang dilanda stres akan terlepas segala beban di jiwa dalam posisi ini.selain secara fisik otot2 leher yang kaku karena stres akan diulur, sehingga seorang hamba yang beriman dan pandai memaknai sholatnya tidak akan pernah dilanda keputusasaan (Stress) 
e. Duduk antara 2 sujud 
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. 

f. Salam 
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung. 

Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang
di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala kesalahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a). 


Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. 
Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul. 
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya. baca juga http://faithfreedom.myforumportal.com/viewtopic.php?p=642#642 

Ajaran Muhammad begitu mulia dan ilmiah, beliau bukan saja dokter ruhani tapi lebih dari itu, adalah seorang dokter modern.pemimpin negara, pemimpin dunia dan akhirat,ahli strategi perang. Meski banyak orang yang membenci,menghina,mencemooh (karena kebodohan dan ketidak tahuan tentangmu) tapi itu semua tidak akan mengurangi kemuliaannya [pen]. 
( dikutip dari : Tabloid Nurani )


NOVEL TERBARU DI PASARAN

 
   
"Ingin bertanya pada hati, bibir berat berbicara... siapa yang bertakhta di hati? Hanya dia..."

Kata orang cemburu itu tandanya sayang dan boleh menguji sejauh mana perasaan cinta pada kita.. Tetapi kadangkala cemburu itu membuat diri menjadi tak tentu hala.

Perhubungan kasih yang cuba di hulurkan Tuan Megat membuat Miera dalam dilema. Hatinya masih menunggu kehadiran Haikal iaitu cinta pertamanya. Kehilangan Haikal bertahun lamanya tanpa khabar berita membuat Miera tertanya-tanya. Apa salahnya? Dalam masa yang sama sikap Tuan Megat yang sentiasa memburu cintanya meletakkan dia di persimpangan. Seperti janji Tuhan, setiap makhluknya tidak sempurna semuanya. Begitu juga dengan Tuan Megat. Dalam keperibadian yang terjaga masih ada kecacatannya. Demi keluarga, Miera menerima Tuan Megat dengan bersyarat dan cuba memberi ruang untuk mengenali lelaki itu. Tetapi tidak semuanya indah belaka. Panas yang diharapkan gerimis gugur juga. Kehadiran teman lamanya Jay Jay yang lebih bersikap tomboy dan kemunculan Haikal mencabar keegoaan Tuan Megat.

Siapakah yang dapat mengetuk pintu hati Miera hanya beliau sahaja yang tahu. Adakah Haikal kembali merebut takhta dan Tuan Megat menjeruk rasa? Dapatkah Tuan Megat memenuhi syarat yang ditetapkan dan bagaimana pula perhubungan Miera dengan teman karibnya. Perlukah Miera berkorban lagi untuk senyuman orang lain dan gerimis masih meniti bibir hatinya.

Penulis Menggunakan nama pena pelangipagi05 apabila menulis di penulisan2u

Baca bab awal dari bab 1-15 di www.siapakahdihatiku.blogspot.com


Pimpinan dan
Redaksi Gaung Remaja

Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Ramadhan 1430 H
Ttd
Pimpinan Redaksi
Achmad Hariyadi,S.Kom
http://matahari-hati.blogspot.com

Humor

Memenangkan Hak Asuh Anak dengan Logika Mesin Minuman
Category: Humor Umum
Seorang suami-istri tengah berhadapan di persidangan untuk memperebutkan hak asuh anak. Setelah memasuki beberapa kali masa sidang, hakim akan memutuskan siapa yang mendapat hak asuh ketiga anak tersebut. Namun hakim masih memberikan kesempatan kepada masing-masing untuk membuat pembelaan.
Sambil menahan air mata dan emosional sang istri merasa yang paling berhak menerima hak asuh. "Yang mulia, Saya yang mengandung, melahirkan bayi itu ke dunia dengan rasa sakit dan penuh kesabaran. Anak itu harus jatuh ke tangan saya," katanya meminta.
Hakim selanjutnya memberi kesempatan kepada pihak suami, "Apa pembelaan anda terhadap tuntutan istri Anda"
Sang suami diam sebentar sambil berpikir, dengan nada datar mulai angkat bicara, "Yang mulia, saya telah sekian tahun hidup bersama mereka. Saya selama ini sudah menyatu. Ada sebuah logika 'jika saya memasukkan koin ke sebuah mesin minuman teh botol, mesinnya bergoyang sebentar, dan minumannya ke luar'. Menurut Pak Hakim, minumannya milik saya atau mesinnya?"
Suara Sirine Mobil Polisi
Category: Humor Umum
Beberapa murid taman kanak-kanak ditanya sama gurunya tentang musik favorit mereka dan beserta alasannya:
Murid 1: "Saya suka lagu Dangdut bu..." karena bisa buat goyang.
Murid 2 : "Kalo saya suka Metal bu, karena saya suka lagu yang keras."
Murid 3 : "Saya suka Dugem, karena bisa geleng-geleng bu.."
Murid 4 : "kalo saya suka sekali dengan sirine polisi bu, sebab ayah saya selalu lari kalau dengar suara sirine mobil polisi, jadi saya tidak di hajar lagi sama ayah bu...."
Sent by: e-ketawa on Sep 30th, 2009 | Rate it and send to friend
Anjing Ingin Menginap Hotel
Category: Humor Umum
Pada pesta lipan alias libur panjang barusan, seorang wanita setengah baya pesan tempat di hotel kecil di sebuah kota. Dia menulis via email: "Saya sangat senang membawa anjing kesayangan untuk melancong. Apakah saya bisa menginap bersama anjing yang baik itu di hotel anda?"
Email si wanita segera mendapatkan jawaban dari juragan hotel:
"Saya sudah mengoperasikan hotel ini selama bertahun-tahun. Sejauh ini, tidak pernah ada kejadian ada anjing mengutil handuk, seprai, atau mecuri kerajinan perak dan lukisan yang dipajang di dinding. Juga tidak pernah mengusir anjing tengah malam yang muncul dalam keadaan mabuk atau melanggar aturan. Saya pun tidak pernah mengalami ada anjing kabur tanpa bayar sewa hotel. Singkat cerita, anjing anda sangat diterima di hotelku. Dan jika anjing anda memang bisa menjamin, yah... Andapun welcome to stay here." Sent by: e-ketawa on Sep 26th, 2009 Rating: 3.00 (1 votes)



Puisi

Kemenangan sejati hati

Kemengan itu bukan untuk di banggakan Tapi untuk di renungkan
Oleh hati-hati yang jauh dari semua jejak sang Tuhan
Bukan Ku mengejek kebakaran di pasar malam 
Bukan juga ku bertanya apa yang sedang terjadi
 Namun izinkan diriku membentuk semua hati dengan senyuman
 Tanpa ada rasa resah dalam hati dengan suara yang kejam
 Saat kau sadar bahwa semua itu hanya mimpi
 Mungkin kau akan menyesal karena itu tak nampak nyata
Gambarlah sebuah bagunan tua di dekat hati kamu
Karena itu akan menajadikanmu guru terbesar yang ada di hadapan kamu
Jangan biarkan pula semua kenangan menjadi debu
Tapi cobalah untuk dituliskan menjadi kisah nyata dalam hidup kamu..07 10 09
By Harry

Visit me to… http://matahari-hati.blogspot.com




Tulisan tak berbaris
 Hitunglah semua rasa dalam diri kamu oleh semua keadaan dari
Hari-hari yang tersulit hingga hari-hari yang tak nampak dalam cerita
Tanyakan pula dimana lagu-lagu tua berdendang
Itu akan menjadikan barang tua berharga tanpa batas

Perjalanan akan terperangkap oleh sikap yang egois dari
Anak-anak yang tak berbakti pada orang tuanya
Maka jagalah diri kamu dari sejuta harapan yang singkat
Bagai jalan yang buntu dari sisa penjara

Kadang-kadang bukan uang yang kita cari
Tapi senyuman dari orang-orang yang kita cintai
Bukan juga pahala dari sang Maha Pencipta yang kita inginkan
Tapi Ridho dan KaruniaNyalah yang kita harapkan

Jatuhkan diri kamu untuk tahu apa itu salah
Dan tengelamkanlah dari rasa bersalah
Karena mata, telinga, hidup, kemauan serta 
Impian hanya datang dari Sang Pengasih dan Sang Penyayang
Harry 7/10/09
http://matahari-hati.blogspot.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar